Dari Sang anak yang bodoh Pagi hari kadang sudah kudengar denting piring beradu dengan sendok dibelakang ruang dapur, ternyata sang ibu sudah benahi kotoran sisa makan semalam. Ku beranjak membilas wajah dari air liur yang mengalir semalaman, ingin ku bantu namun ku malu. Terdengar lontaran kata " Mau jadi apa? Dasar pemalas!!!", muncul ego singkat, bahwa ku lelah sehabis kerja kemarin dan lelah mengerjakan tugasku, entah apa aku mulai mengeras seperti batu. Kudiam dengan emosi yang tak berguna, seperti air yang menggenang tanpa aliran. Setiap kata yang keluar dari mulut ibu seakan menusukku, tapi bukan karena kesalahannya melainkan karena kebenaran yang ada di balik kata-katanya. Aku tahu, aku seringkali abai, terlalu tenggelam dalam dunia sendiri, melupakan hal-hal kecil yang begitu berarti baginya. Aku tahu, punggung yang semakin bungkuk itu membawa beban yang lebih dari sekadar pekerjaan rumah tangga. Ada rasa ...
"Lintasan Kata adalah ruang di mana penulis merangkai keresahan, rasa, dan renungan hidup menjadi jejak tulisan. Setiap kata adalah perjalanan, setiap resah adalah cerita, dan setiap tulisan adalah potongan jiwa."