Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 29, 2024

KERAS KEPALA

 Dari Sang anak yang bodoh        Pagi hari kadang sudah kudengar denting piring beradu dengan sendok dibelakang ruang dapur, ternyata sang ibu sudah benahi kotoran sisa makan semalam.      Ku beranjak membilas wajah dari air liur yang mengalir semalaman, ingin ku bantu namun ku malu. Terdengar lontaran kata " Mau jadi apa? Dasar pemalas!!!", muncul ego singkat, bahwa ku lelah sehabis kerja kemarin dan lelah mengerjakan tugasku, entah apa aku mulai mengeras seperti batu. Kudiam dengan emosi yang tak berguna, seperti air yang menggenang tanpa aliran. Setiap kata yang keluar dari mulut ibu seakan menusukku, tapi bukan karena kesalahannya melainkan karena kebenaran yang ada di balik kata-katanya. Aku tahu, aku seringkali abai, terlalu tenggelam dalam dunia sendiri, melupakan hal-hal kecil yang begitu berarti baginya.      Aku tahu, punggung yang semakin bungkuk itu membawa beban yang lebih dari sekadar pekerjaan rumah tangga. Ada rasa ...

RADIASI MEDIA

  Dalam Keheningan di Tengah Riuhnya Media Sosial      Di tengah hiruk-pikuk dunia maya, ada banyak suara yang berdesak-desakan—terkadang saling bersahutan, kadang saling meniadakan. Kita hidup di zaman di mana setiap jari bisa bicara, namun entah kenapa, kata-kata terasa lebih hampa. Semua terlihat sempurna di layar, tapi di balik senyum yang dipajang, ada resah yang tak pernah terungkap.      sebuah Anlogi yang sama seperti  jendela dunia, kini sering menjadi cermin yang memantulkan bayangan diri yang tidak sepenuhnya kita kenali. Di sana, kita berlomba-lomba menampilkan versi terbaik, namun terkadang tersesat dalam perbandingan yang tidak adil. Apa yang dulu menjadi sarana untuk saling terhubung, kini sering menjadi tempat di mana kita merasa paling jauh dari diri sendiri.    Setiap notifikasi yang berbunyi membawa janji kebahagiaan sesaat, namun di balik layar itu, keresahan tumbuh pelan-pelan. Apakah cukup? Apakah yang kita lihat be...