"Di layar yang tak pernah tidur, aku belajar mengenal diriku dari angka, dari tanda suka, dari suara yang bahkan tak mengenalku. Aku pernah percaya bahwa diterima berarti bahagia, bahwa ramai berarti bernilai, padahal sunyi sering lebih jujur menyebut namaku sendiri. Di antara unggahan dan penghakiman, aku bertanya pelan: "apakah aku hidup atau sekadar terlihat hidup?" Ada hari-hari di mana keberanian bukan tentang melawan, melainkan memilih diam dan tetap berjalan meski tak semua mata setuju. Aku belajar bahwa tidak semua penilaian harus dipeluk, tidak semua penolakan adalah kehilangan, dan tidak semua yang pergi membawa serta nilainya dariku. Di dunia yang gemar membandingkan, aku memilih bertumbuh bukan lebih tinggi dari siapa pun, melainkan lebih jujur dari diriku kemarin. Maka jika aku tak disukai, biarlah. Selama langkahku masih setia pada nilai yang kutanam sendiri, aku tahu aku sedang hidup, bukan sekadar disukai. Untukku dan sorotan perjalananku
"Lintasan Kata adalah ruang di mana penulis merangkai keresahan, rasa, dan renungan hidup menjadi jejak tulisan. Setiap kata adalah perjalanan, setiap resah adalah cerita, dan setiap tulisan adalah potongan jiwa."