"Di layar yang tak pernah tidur,
aku belajar mengenal diriku
dari angka,
dari tanda suka,
dari suara yang bahkan tak mengenalku.
Aku pernah percaya
bahwa diterima berarti bahagia,
bahwa ramai berarti bernilai,
padahal sunyi sering lebih jujur
menyebut namaku sendiri.
Di antara unggahan dan penghakiman,
aku bertanya pelan:
"apakah aku hidup
atau sekadar terlihat hidup?"
Ada hari-hari di mana keberanian bukan tentang melawan, melainkan memilih diam
dan tetap berjalan meski tak semua mata setuju.
Aku belajar bahwa
tidak semua penilaian harus dipeluk,
tidak semua penolakan adalah kehilangan,
dan tidak semua yang pergi
membawa serta nilainya dariku.
Di dunia yang gemar membandingkan,
aku memilih bertumbuh
bukan lebih tinggi dari siapa pun,
melainkan lebih jujur
dari diriku kemarin.
Maka jika aku tak disukai,
biarlah.
Selama langkahku masih setia
pada nilai yang kutanam sendiri,
aku tahu
aku sedang hidup,
bukan sekadar disukai.
Untukku dan sorotan perjalananku
Komentar
Posting Komentar