Langsung ke konten utama

ANTARA SOROTAN DAN SUNYI


"Di layar yang tak pernah tidur,
aku belajar mengenal diriku
dari angka,
dari tanda suka,
dari suara yang bahkan tak mengenalku.
Aku pernah percaya
bahwa diterima berarti bahagia,
bahwa ramai berarti bernilai,
padahal sunyi sering lebih jujur
menyebut namaku sendiri.
Di antara unggahan dan penghakiman,
aku bertanya pelan:
"apakah aku hidup
atau sekadar terlihat hidup?"
Ada hari-hari di mana keberanian bukan tentang melawan, melainkan memilih diam
dan tetap berjalan meski tak semua mata setuju.

Aku belajar bahwa
tidak semua penilaian harus dipeluk,
tidak semua penolakan adalah kehilangan,
dan tidak semua yang pergi
membawa serta nilainya dariku.

Di dunia yang gemar membandingkan,
aku memilih bertumbuh
bukan lebih tinggi dari siapa pun,
melainkan lebih jujur
dari diriku kemarin.
Maka jika aku tak disukai,
biarlah.

Selama langkahku masih setia
pada nilai yang kutanam sendiri,
aku tahu
aku sedang hidup,
bukan sekadar disukai.

Untukku dan sorotan perjalananku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DI ANTARA SYUKUR DAN WASPADA

Malam ini terasa lebih tenang dari biasanya. Seolah semesta sedang berbisik pelan, mengingatkanku untuk berhenti sejenak… dan bersyukur. Aku melihat diriku hari ini, berdiri di titik yang dulu hanya sebatas harapan. Pekerjaan yang baik, lingkungan yang hangat, orang-orang yang datang dengan senyum tulus—atau setidaknya terlihat demikian. “Bukankah ini yang dulu kamu minta?” batinku bertanya pelan. “Iya,” jawabku, “dan aku bersyukur… sungguh.” Namun hidup mengajarkanku satu hal, bahwa kebaikan dunia tak selalu datang tanpa bayangan. Di balik ramahnya manusia, selalu ada ruang untuk berhati-hati. Bukan untuk curiga berlebihan, tapi untuk menjaga diri tetap utuh. “Apakah kamu takut?” suara itu kembali hadir. “Bukan takut,” kataku, “hanya belajar bijak. Belajar melihat tanpa harus menutup hati.” Aku ingin tetap percaya, bahwa masih banyak kebaikan yang layak dijaga. Aku ingin tetap menjadi seseorang yang tulus, tanpa kehilangan arah karena luka yang mungkin datang. Malam ini aku tidak hany...

DALAM BEKU WAKTU

 Dari si terbelanggu  Seorang filosof pernah berkata bahwa dunia ini adalah hal yang sederhana begitupula kehidupan ini, tetapi dalam hal sederhana pasti ada hal rumit di dalamnya, seperti diri yang selalu merasa bisa melakukan berbagai hal tetapi tidak bisa merasakan hadirnya. sungguh ironi jiwa yang selalu terjebak dalam hal yang begini, ku merasa dingin dan hampa dengan apa yang dikerjakan karena memang selalu dalam dekap dinginya waktu yang membuat penuh sesak entah diri ini akan kemana jua. untukmu yang masih dalam masa dan waktu yang sama, ku berharap bisa mengisi kehangatan diri di dalamnya. salam dekap waktumu.