Malam ini terasa lebih tenang dari biasanya.
Seolah semesta sedang berbisik pelan, mengingatkanku untuk berhenti sejenak… dan bersyukur.
Aku melihat diriku hari ini,
berdiri di titik yang dulu hanya sebatas harapan.
Pekerjaan yang baik,
lingkungan yang hangat,
orang-orang yang datang dengan senyum tulus—atau setidaknya terlihat demikian.
“Bukankah ini yang dulu kamu minta?”
batinku bertanya pelan.
“Iya,” jawabku,
“dan aku bersyukur… sungguh.”
Namun hidup mengajarkanku satu hal,
bahwa kebaikan dunia tak selalu datang tanpa bayangan.
Di balik ramahnya manusia,
selalu ada ruang untuk berhati-hati.
Bukan untuk curiga berlebihan,
tapi untuk menjaga diri tetap utuh.
“Apakah kamu takut?”
suara itu kembali hadir.
“Bukan takut,” kataku,
“hanya belajar bijak. Belajar melihat tanpa harus menutup hati.”
Aku ingin tetap percaya,
bahwa masih banyak kebaikan yang layak dijaga.
Aku ingin tetap menjadi seseorang yang tulus,
tanpa kehilangan arah karena luka yang mungkin datang.
Malam ini aku tidak hanya bersyukur,
tapi juga berjanji pada diri sendiri untuk terus bertumbuh,menjadi lebih baik dari hari ini,
dan melangkah lebih dekat pada versi terbaik diriku di masa depan.
Karena perjalanan ini belum selesai. Dan aku… masih ingin sampai pada titik yang lebih tinggi,dengan hati yang tetap hidup,dan jiwa yang tidak kehilangan cahaya.
Komentar
Posting Komentar