Langsung ke konten utama

TITIK KEDUA

 Salam dari paguyuban hewan

" Hei bung... Sedang apa kau disorot histori snapgram tertawa lepas dengan baju wisuda yang megah menunjukkan kepintaran atau kebodohan yang kau punya!!!! , sedangkan masih banyak misteri di jalan yang sedang kau tapak sekarang. 

Apakah itu arti dari keberhasilan, atau sekadar tanda hampa dari perjalanan yang kau pikir sudah berakhir? Karena di balik layar, kehidupan sesungguhnya baru saja dimulai, menuntut lebih dari sekadar gelar atau pujian.

Bung, jangan biarkan kilau medali menutupi pandanganmu dari realita yang ada di depan. Ada rintangan yang lebih besar, ada mimpi yang lebih dalam, dan ada tanggung jawab yang tak terelakkan. Ini bukan tentang akhir dari perjuangan, tapi permulaan dari langkah-langkah baru yang penuh dengan tantangan.

Jadi, tetaplah rendah hati, tetaplah waspada, dan ingatlah bahwa perjalanan ini belum selesai. Dunia menunggu untuk kau taklukkan dengan kebijaksanaan, bukan hanya kecerdasan. Berani hadapi setiap misteri yang datang, dan jangan pernah takut untuk terus belajar dan berkembang bersamaku."

kita hanya goresan tinta yang berpindah dari satu titik ke titik selanjutnya . 

untukmu yang ingin pindah ke titik yang semu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANTARA SOROTAN DAN SUNYI

"Di layar yang tak pernah tidur, aku belajar mengenal diriku dari angka, dari tanda suka, dari suara yang bahkan tak mengenalku. Aku pernah percaya bahwa diterima berarti bahagia, bahwa ramai berarti bernilai, padahal sunyi sering lebih jujur menyebut namaku sendiri. Di antara unggahan dan penghakiman, aku bertanya pelan: "apakah aku hidup atau sekadar terlihat hidup?" Ada hari-hari  di mana keberanian bukan tentang melawan,  melainkan memilih diam dan tetap berjalan  meski tak semua mata setuju. Aku belajar bahwa tidak semua penilaian harus dipeluk, tidak semua penolakan adalah kehilangan, dan tidak semua yang pergi membawa serta nilainya dariku. Di dunia yang gemar membandingkan, aku memilih bertumbuh bukan lebih tinggi dari siapa pun, melainkan lebih jujur dari diriku kemarin. Maka jika aku tak disukai, biarlah. Selama langkahku masih setia pada nilai yang kutanam sendiri, aku tahu aku sedang hidup, bukan sekadar disukai. Untukku dan sorotan perjalananku

DI ANTARA SYUKUR DAN WASPADA

Malam ini terasa lebih tenang dari biasanya. Seolah semesta sedang berbisik pelan, mengingatkanku untuk berhenti sejenak… dan bersyukur. Aku melihat diriku hari ini, berdiri di titik yang dulu hanya sebatas harapan. Pekerjaan yang baik, lingkungan yang hangat, orang-orang yang datang dengan senyum tulus—atau setidaknya terlihat demikian. “Bukankah ini yang dulu kamu minta?” batinku bertanya pelan. “Iya,” jawabku, “dan aku bersyukur… sungguh.” Namun hidup mengajarkanku satu hal, bahwa kebaikan dunia tak selalu datang tanpa bayangan. Di balik ramahnya manusia, selalu ada ruang untuk berhati-hati. Bukan untuk curiga berlebihan, tapi untuk menjaga diri tetap utuh. “Apakah kamu takut?” suara itu kembali hadir. “Bukan takut,” kataku, “hanya belajar bijak. Belajar melihat tanpa harus menutup hati.” Aku ingin tetap percaya, bahwa masih banyak kebaikan yang layak dijaga. Aku ingin tetap menjadi seseorang yang tulus, tanpa kehilangan arah karena luka yang mungkin datang. Malam ini aku tidak hany...

DALAM BEKU WAKTU

 Dari si terbelanggu  Seorang filosof pernah berkata bahwa dunia ini adalah hal yang sederhana begitupula kehidupan ini, tetapi dalam hal sederhana pasti ada hal rumit di dalamnya, seperti diri yang selalu merasa bisa melakukan berbagai hal tetapi tidak bisa merasakan hadirnya. sungguh ironi jiwa yang selalu terjebak dalam hal yang begini, ku merasa dingin dan hampa dengan apa yang dikerjakan karena memang selalu dalam dekap dinginya waktu yang membuat penuh sesak entah diri ini akan kemana jua. untukmu yang masih dalam masa dan waktu yang sama, ku berharap bisa mengisi kehangatan diri di dalamnya. salam dekap waktumu.