Langsung ke konten utama

Postingan

DI ANTARA SYUKUR DAN WASPADA

Malam ini terasa lebih tenang dari biasanya. Seolah semesta sedang berbisik pelan, mengingatkanku untuk berhenti sejenak… dan bersyukur. Aku melihat diriku hari ini, berdiri di titik yang dulu hanya sebatas harapan. Pekerjaan yang baik, lingkungan yang hangat, orang-orang yang datang dengan senyum tulus—atau setidaknya terlihat demikian. “Bukankah ini yang dulu kamu minta?” batinku bertanya pelan. “Iya,” jawabku, “dan aku bersyukur… sungguh.” Namun hidup mengajarkanku satu hal, bahwa kebaikan dunia tak selalu datang tanpa bayangan. Di balik ramahnya manusia, selalu ada ruang untuk berhati-hati. Bukan untuk curiga berlebihan, tapi untuk menjaga diri tetap utuh. “Apakah kamu takut?” suara itu kembali hadir. “Bukan takut,” kataku, “hanya belajar bijak. Belajar melihat tanpa harus menutup hati.” Aku ingin tetap percaya, bahwa masih banyak kebaikan yang layak dijaga. Aku ingin tetap menjadi seseorang yang tulus, tanpa kehilangan arah karena luka yang mungkin datang. Malam ini aku tidak hany...
Postingan terbaru

ANTARA SOROTAN DAN SUNYI

"Di layar yang tak pernah tidur, aku belajar mengenal diriku dari angka, dari tanda suka, dari suara yang bahkan tak mengenalku. Aku pernah percaya bahwa diterima berarti bahagia, bahwa ramai berarti bernilai, padahal sunyi sering lebih jujur menyebut namaku sendiri. Di antara unggahan dan penghakiman, aku bertanya pelan: "apakah aku hidup atau sekadar terlihat hidup?" Ada hari-hari  di mana keberanian bukan tentang melawan,  melainkan memilih diam dan tetap berjalan  meski tak semua mata setuju. Aku belajar bahwa tidak semua penilaian harus dipeluk, tidak semua penolakan adalah kehilangan, dan tidak semua yang pergi membawa serta nilainya dariku. Di dunia yang gemar membandingkan, aku memilih bertumbuh bukan lebih tinggi dari siapa pun, melainkan lebih jujur dari diriku kemarin. Maka jika aku tak disukai, biarlah. Selama langkahku masih setia pada nilai yang kutanam sendiri, aku tahu aku sedang hidup, bukan sekadar disukai. Untukku dan sorotan perjalananku

KERAS KEPALA

 Dari Sang anak yang bodoh        Pagi hari kadang sudah kudengar denting piring beradu dengan sendok dibelakang ruang dapur, ternyata sang ibu sudah benahi kotoran sisa makan semalam.      Ku beranjak membilas wajah dari air liur yang mengalir semalaman, ingin ku bantu namun ku malu. Terdengar lontaran kata " Mau jadi apa? Dasar pemalas!!!", muncul ego singkat, bahwa ku lelah sehabis kerja kemarin dan lelah mengerjakan tugasku, entah apa aku mulai mengeras seperti batu. Kudiam dengan emosi yang tak berguna, seperti air yang menggenang tanpa aliran. Setiap kata yang keluar dari mulut ibu seakan menusukku, tapi bukan karena kesalahannya melainkan karena kebenaran yang ada di balik kata-katanya. Aku tahu, aku seringkali abai, terlalu tenggelam dalam dunia sendiri, melupakan hal-hal kecil yang begitu berarti baginya.      Aku tahu, punggung yang semakin bungkuk itu membawa beban yang lebih dari sekadar pekerjaan rumah tangga. Ada rasa ...

RADIASI MEDIA

  Dalam Keheningan di Tengah Riuhnya Media Sosial      Di tengah hiruk-pikuk dunia maya, ada banyak suara yang berdesak-desakan—terkadang saling bersahutan, kadang saling meniadakan. Kita hidup di zaman di mana setiap jari bisa bicara, namun entah kenapa, kata-kata terasa lebih hampa. Semua terlihat sempurna di layar, tapi di balik senyum yang dipajang, ada resah yang tak pernah terungkap.      sebuah Anlogi yang sama seperti  jendela dunia, kini sering menjadi cermin yang memantulkan bayangan diri yang tidak sepenuhnya kita kenali. Di sana, kita berlomba-lomba menampilkan versi terbaik, namun terkadang tersesat dalam perbandingan yang tidak adil. Apa yang dulu menjadi sarana untuk saling terhubung, kini sering menjadi tempat di mana kita merasa paling jauh dari diri sendiri.    Setiap notifikasi yang berbunyi membawa janji kebahagiaan sesaat, namun di balik layar itu, keresahan tumbuh pelan-pelan. Apakah cukup? Apakah yang kita lihat be...

TITIK KEDUA

 Salam dari paguyuban hewan " Hei bung... Sedang apa kau disorot histori snapgram tertawa lepas dengan baju wisuda yang megah menunjukkan kepintaran atau kebodohan yang kau punya!!!! , sedangkan masih banyak misteri di jalan yang sedang kau tapak sekarang.  Apakah itu arti dari keberhasilan, atau sekadar tanda hampa dari perjalanan yang kau pikir sudah berakhir? Karena di balik layar, kehidupan sesungguhnya baru saja dimulai, menuntut lebih dari sekadar gelar atau pujian. Bung, jangan biarkan kilau medali menutupi pandanganmu dari realita yang ada di depan. Ada rintangan yang lebih besar, ada mimpi yang lebih dalam, dan ada tanggung jawab yang tak terelakkan. Ini bukan tentang akhir dari perjuangan, tapi permulaan dari langkah-langkah baru yang penuh dengan tantangan. Jadi, tetaplah rendah hati, tetaplah waspada, dan ingatlah bahwa perjalanan ini belum selesai. Dunia menunggu untuk kau taklukkan dengan kebijaksanaan, bukan hanya kecerdasan. Berani hadapi setiap misteri yang da...

MANUSIA DARI PINGGIRAN

salam dari tepi jalan yang sunyi  Di tepi jalan yang sunyi, Di sudut kota yang dilupakan, Orang-orang berjalan, namun tak melihat, Wajah-wajah lelah di bawah langit malam. Di bawah jembatan yang megah, Ada tenda-tenda yang sederhana, Rumah bagi mereka yang terpinggirkan, Dingin menyapa, namun mereka bertahan. Langit tak memberi jawaban, Tanah pun tak menawarkan harapan, Namun dalam kesunyian itu, Ada nyala api kecil yang tak pernah padam. Mereka adalah suara tanpa suara, Luka yang tak terlihat oleh mata, Namun setiap langkah mereka, Adalah cerita, perjuangan tanpa jeda. Di tengah gelap, mereka bermimpi, Tentang hari esok yang lebih berarti, Di balik senyum yang tersembunyi, Ada harapan yang takkan pernah mati. untuk mu yang ada di dalam rumah 

HALUSINASI

Salam dari dimensi tinggi "Dalam remang bayangan yang tidak pasti, jiwa merangkak dalam lorong-lorong khayalan yang terpelintir. Suara gemerisik yang tidak jelas membingungkan pandangan, mengilhami lukisan-lukisan yang hampa tanpa warna di balik kelopak mata. Dalam dunia yang tiada isi, realitas dan khayalan saling berpelukan dan bercumbu, menghasilkan simfoni yang tak terdengar namun terasa dalam setiap hentakan denyut nadi.Halusinasiku terombang ambing, serupa ombak yang tak terhentikan di tengah badai, menarik jiwa ke dalam  palung lautan tak terjangkau dari imajinasi yang terlarang." Untukmu yang berjalan tanpa sisa jejak kaki.